Kepulauan Tahiti Hamparan Pohon Noni (Morinda Citrifolia) di seluruh pegunungan di Kep. Tahiti
NONI Tahitian Noni Bioactive Beverage dihasilkan dari noni terbaik (Morinda Citrifolia)
TAHITIAN NONI DAN PSORIASIS
Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit yang penderita nya mengalami proses pergantian (kulit) yang terlalu cepat. Siklus pergantian sel-sel kulit lama dengan yang baru menjadi tidak seimbang. Kulit sel mereproduksi kali lebih cepat dari normal dan hidup hanya tiga sampai empat hari. Sel-sel mati pada kulit membangun, membentuk tebal yang disebut plak. Plak kemerahan di kulit disebabkan oleh suplai darah meningkat dengan cepat pada sel-sel kulit.
Bukti dari studi penelitian baru-baru ini juga sangat menunjukkan bahwa psoriasis merupakan kelainan sistem kekebalan (penyakit autoimun). Biasanya, sistem kekebalan mempertahankan tubuh dari infeksi oleh bakteri, virus, dan lainnya. Kadang-kadang, sistem kekebalan tubuh membuat kesalahan dan menyerang sel, jaringan, dan organ-organ tubuh seseorang. Ketika ini terjadi, penyakit yang dihasilkan disebut penyakit autoimun.
Teori bahwa psoriasis adalah penyakit autoimmune didasarkan pada kenyataan bahwa para ilmuwan telah menemukan sejumlah besar abnormal sel-sel T (sejenis sel darah putih) dalam merah, patch serpihan kulit penderita psoriasis. Sel T adalah infanteri dari sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh mempertahankan diri melawan infeksi, pertama kali membuat dan kemudian melepaskan jutaan sel t untuk melawan penjajah. Beberapa sel-sel T yang biasanya ditemukan pada kulit. Kehadiran normal jumlah besar sel-sel T di kulit yang terkena psoriasis menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh menyerang kulit sebagai suatu kekeliruan.
PERAN TAHITIAN NONI TERHADAP PENYAKIT AUTOIMUN
Tahitian Noni mengandung semua nutrisi utama dan mikro termasuk 17 asam amino dari total 20 asam amino. Mengandung semua asam amino esensial. Tahitian Noni membantu dan meningkatkan proses sintesis protein. Phytochemical ini berisi banyak termasuk banyak mikro yang penting bagi tubuh kita. Ini bertindak sebagai modulator kekebalan. Oleh karena itu Tahitian Noni membantu dalam semua penyakit autoimun. Xeronine, yang alkaloid Noni membantu mengatur kembali konfigurasi molekul protein yang tidak benar menjadi konfigurasi molekul normal.
Antioksidan sangat berharga untuk kemampuan mereka untuk mengurangi kerusakan radikal bebas. Tahitian Noni mengandung semua vitamin anti oksidan termasuk vitamin E dalam jumlah berlimpah.Tahitian Noni memodifikasi hormon sintesis dari antioksidan dalam tubuh kita dan memenuhi kebutuhan antioksidan tubuh kita. Vitamin E membantu menstabilkan membran lisosom sel kekebalan yang mengandung enzim merusak digunakan untuk melawan ”penyusup”. Bila membran tidak stabil, enzim ini menyebabkan kerusakan jaringan sehat di sekitarnya. Vitamin E dapat membantu mencegah terjadinya serangan autoimun dengan menyeimbangkan membran lisosom.
Pengalaman Klinik Richard A. Wiliams, MD dalam pengaplikasi Tahitian Noni Juice untuk penyakit psoriasis (Buku Intisari Hak Paten Efek Terapeutik Tahitian Noni hal 233), secara nyata dapat :
- meningkatkan ketahanan dari destruksi protein atau sel abnormal
- mereduksi skar
PATEN TERKAIT aL :
USPTO 20030091666 A1 : Metode dan Komposisi Morinda Citrifolia L. Untuk mentritmen Gangguan Dermatologi (Buku Intisari Hak Paten Efek Terapeutik Tahitian Noni, Hal 202)
WO 2007/064601 A2 : Formula Dasar dan Metode Aplikasi Morinda Citrifolia L. Sebagai antiviral (Buku Intisari Hak Paten Efek Terapeutik Tahitian Noni, Hal 149)
Kondisi autoimun menunjukkan adanya peningkatan enzim katepsin dan Morinda Citrifolia dapat mengatur enzim tersebut.
WO 03/020296 A1 : Inhibisi Angiogenesis dan Destruksi Pembuluh Angiogenik dengan Ekstrak Jus Morinda Citrifolia
Penelitian terhadap beberapa pasien psoriasis menunjukkan efek terapeutik jus Morinda CitrifoliaL/ 20% dwt/vol mampu menunjukan derajat lesi atau plek kulit tangan kanan dengan skor 3,6 dibandingkan tangan kiri (yang dijadikan kontrol)
USPTO 20070184137 A1 : Formula Dasar Morinda Citrifolia L. Untuk menginhibisi Enzim Matriks Metaloproteinase
TESTIMONI PENDERITA PSORIASIS
Satu jenis obat tekanan darah tinggi yang digunakan secara luas mungkin sedikit meningkatkan resiko kanker, kata beberapa peneliti AS –yang menyeru pembuat Pemerintah Amerika agar memberi perhatian lebih besar.
Mereka mengatakan, analisis terhadap data yang tersedia mengenai obat-obatan di kelas tersebut, yang dikenal sebagai “angiotensin-receptor blockers”, memperlihatkan pasien menghadapi kemungkinan 1,2 persen lebih besar terdiagnosis terserang kanker baru selama empat tahun dibandingkan dengan orang lain yang tak menggunakan obat itu. Kebanyakan pasien dalam uji-coba tersebut –86 persen– menggunakan “telmisartan” yang dijual dengan nama “Micardis”, buatan pabrik Boehringer Ingelheim. Penjualan tahunan obat itu menghasilkan lebih dari 1,5 miliar dolar AS, kata wartawan Reuters, Julie Steenhuysen.
“Peningkatan resiko kemunculan kanker baru tak besar tapi penting,” tulis Dr Ilke Sipahi dan rekannya dari Case Western Reserve University di Cleveland di jurnal Lancet Oncology. Tak terdapat cukup data dalam berbagai studi untuk menyatakan apakah obat individual di kelas itu menaikkan resiko atau apakah itu adalah yang disebut dampak kelas yang dimiliki oleh semua obat semacam itu.
Sekalipun begitu, Dr Steven Nissen, ahli kardiologi di Cleveland Clinic, mengatakan dalam satu komentar bahwa temuan tersebut “mengganggu dan provokatif, karena mencuatkan pertanyaan mengenai keamanan obat penting bagi praktisi dan masyarakat pembuat peraturan”. Ia mengatakan, pembuat peraturan perlu lebih meneliti resiko kanker dalam penggunaan ARB dan para dokter mesti lebih berhati-hati dalam memberi resep buat ARB, dan terutama Micardis.
Sementara itu perusahaan Boehringer Ingerlheim membela keselamatan obatnya, dan mengatakan dalam satu pernyataan “analisis data keselamatan internalnya sendiri mengenai data awal bertolak-belakang dengan kesimpulan” tentang peningkatan resiko kanker tersebut.Nissen melakukan analisis serupa yang meningkatkan kekhawatiran mengenai resiko sakit jantung dari obat diabtes GlaxoSmithKline, “Avandia”.
Saat ini, tak ada keprihatinan keselamatan besar yang berkaitan dengan penggunaan “antiotensin-receptor blockers” atau ARB, yang bekerja dengan menghalangi reseptor “angiotensin II”, hormon yang meningkatkan tekanan darah tinggi. Namun satu studi 2003 pada pasien yang menderita gagal jantung memang menemukan bahwa obat “Atacand”, atau “candesartan”, yang dibuat oleh perusahaan Inggris-Swedia AstraZaneca, secara mencolok meningkatkan resiko kanker fatal dibandingkan dengan pil imitasi.
Data yang tersedia Sipahi dan rekannya melakukan “meta-analisis”, yaitu mengumpulkan semua data yang tersedia secara terbuka dari percobaan acak mengenai ARB yang disiarkan sebelum November 2009. Obat lain di dalam kelas itu meliputi Cozaar keluaran Merck & Co`s, yang dijual secara generik dengan nama “losartan”; “Diovan” atau “Valsartan” buatan perusahaan obat Swis, Novartis; “irbesartan”, yang dipasarkan secara bersama oleh Sanofi-Aventi dan Bristol-Myers Squibb dengan nama “Avapro”; “Benicar” atau “olmesartan” buatan Daiichi Sankyo; dan “ atau “eprosartan” produksi Solvay Pharmaceuticals.
Secara keseluruhan, mereka mendapati bahwa pasien yang menggunakan obat tersebut memiliki resiko 7,2 persen didiagnosis terserang kanker baru, dibandingkan dengan resiko enam persen pada pasien di kelompok pemantau. Ketika mereka meneliti beberapa jenis kanker, hanya kanker paru-paru yang mencolok, dan 0,9 persen pasien yang menggunakan obat tekanan darah tinggi mengembangkan kanker baru paru-paru dibandingkan dengan 0,7 persen pada pasien di kelompok pemantau.
Obat itu kelihatannya tak meningkatkan resiko kematian akibat kanker, tapi tim tersebut mengatakan kanker dapat berkembang secara lamban dan kematian akibat kanker mungkin tak terlihat dalam studi yang relatif singkat. Hanya tiga dari tujuh obat yang disetujui FDA --”telmisartan”, “losartan”, dan “candesartan”-- dikaji, dan tidak jelas pengaruh apa yang mungkin dimiliki obat lain di kelas tersebut pada kanker.
Namun, mereka mengatakan bahwa mengingat betapa luas obat itu digunakan, penelitian lebih lanjut patut dilakukan mengenai resikonya. Boehringer Ingelheim menyatakan analisisnya sendiri mengenai data dari tiga percobaan besar tak memperlihatkan peningkatan resiko kanker yang berkaitan dengan “Micardis”.
Tetapi pada satu studi, yang disebut ONTARGET, ada sedikit peningkatan resiko dalam satu kelompok pengobatan ketika obat tersebut dilakukan bersama dengan obat tekanan darah tinggi yang umum digunakan dan dikenal dengan nama “ACE-inhibitors”, seperti “ramipril”.
Perusahaan itu menyatakan merek produk tersebut tak menyarankan obat itu digunakan dengan dicampur dengan “ACE-inhibitors”. Nissen mengatakan studi tersebut dibatasi oleh kenyataan bahwa percobaan itu tak dirancang untuk menelitik resiko kanker. Namun ia mengatakan obat tersebut seringkali diresepkan karena pemasarannya yang agresif, dan pasien mungkin mengeluarkan biaya yang sama dengan menggunakan “ACE-inhibitors”, yang berharga murah.
Beberapa ahli lain menegaskan pasien perlu terus menggunakan obat tekanan darah tinggi mereka. “Pada saat ini, tak ada cukup bukti untuk membuat kesimpulan tegas mengenai bagaimana obat tekanan darah tinggi mungkin mempengaruhi resiko kanker dan ini akan memerlukan penelitian lebih lanjut,” kata Martin Ledwick, pemimpin perawat penerangan di Cancer Research UK, dalam satu pernyataan.(Ant)
Sumber: http://kesehatan.liputan6.com/berita/201006/281730/Obat.Darah.Tinggi.Mungkin.Tingkatkan.Risiko.Kanker
TAHITIAN NONI JUICE, INSYA ALLAH SOLUSI AMAN ANDA UNTUK MENGATASI HIPERTENSI
Bagaimana Tahitian Noni Juice mengatasi hipertensi, silahkan lihat di http://thegoodnoni.com/hati-hati-hipertensi-bisa-jadi-payah-jantung.htm
mira
Pengalaman Mas Koko dan Mba Lala beserta 9 temannya yang alhamdulillah merasakan manfaat Tahitian Noni Juice sebagai upaya menyempurnakan ikhtiar untuk mendapatkan anak.
Acara: Tell The Story- Kantor Tahitian Noni Jakarta
Ini tanggapan dr. Mulyadi dari pengalaman Mas Koko
Acara: Tell The Story- Kantor Tahitian Noni Jakarta
TAHITIAN NONI JUICE telah terbukti secara klinis dan memiliki paten untuk PERBAIKAN SEL TUBUH.
Khusus masalah infertilitas / reproduksi, paten manfaat yang ada
1. Inhibisi produksi estrogen sec selektif dan efek kontrol estrogenik di dalam tubuh (WO 2004/091545 A2)
2. Pemanfaatan ekstrak Morinda Citrifolia dalam spermatologi dan metode untuk meningkatkan reservasi sperma (WO 2008/032132 A2)
3. Komposisi untuk meningkatkan kadar hormon (WO 2005/084681 A2)
4. Aplikasi Morinda citrifolia untuk meningkatkan angka kelahiran (WO 2008 / 106405 A2).
1. Inhibisi produksi estrogen sec selektif dan efek kontrol estrogenik di dalam tubuh (WO 2004/091545 A2)
2. Pemanfaatan ekstrak Morinda Citrifolia dalam spermatologi dan metode untuk meningkatkan reservasi sperma (WO 2008/032132 A2)
3. Komposisi untuk meningkatkan kadar hormon (WO 2005/084681 A2)
4. Aplikasi Morinda citrifolia untuk meningkatkan angka kelahiran (WO 2008 / 106405 A2).
Penggunaannya : suami dan istri mengkonsumsi rutin minimal 30cc x 3 per hari.
Jika ada keluhan keputihan atau lainnya, untuk istri tahitian noni bisa juga dimasukkan ke dalam vagina menggunakan vaginal douche pada pagi hari 30 cc 2minggu sekali.
Evaluasi hasil lab setiap 3 bulan.
Hal yang perlu diingat : ketenangan jiwa dan frekuensi hubungan suami istri (2-3 kali per minggu)
Untuk lebih menyempurnakan ikhtiar, bisa dilakukan bekam dan makan makanan sehat serta shadaqah (lihat web page upaya pengobatan dan sehat)
Jangan lupa berdoa, Allah SWT yang memberikan apa yang kita inginkan, kita hanya menyempurnakan ikhtiar.
Mira