Kepulauan Tahiti Hamparan Pohon Noni (Morinda Citrifolia) di seluruh pegunungan di Kep. Tahiti
NONI Tahitian Noni Bioactive Beverage dihasilkan dari noni terbaik (Morinda Citrifolia)
Our Noni Benefits Research Scientists are at it again. Brett West, director of noni benefits research, and his team have recently published another paper on the power of iridoids in Tahitian Noni® Bioactives™.
The paper, published just this month in the Wiley Online Library, concludes the major source of bioactivity in Tahitian Noni is iridoids, and substantial iridoids can be found in the noni leaf, root, seed and flower of noni plants.
Click here to read the entire paper online.
West and his team recognize the growing notoriety of noni worldwide, and the purpose of their study was to understand clearly the phytochemicals and diverse medicinal benefits of the noni fruit. They set out to determine the major iridoid components in the plant’s different parts, as well as compare noni fruit gathered from around the world.
This is an important study for everyone interested in Tahitian Noni Bioactives. Now you can tell business prospects and customers alike that the bioactivity behind Tahitian Noni is caused by iridoids, and iridoids are widely being accepted as stable and adaptogenic compounds that help the body’s overall health.
Be sure to share this wonderful news with your entire organization.
source: http://www.gononi.com/united_states/english/link/updates/full?id=391683
Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue Famili Flaviviridae,dengan genusnya adalah flavivirus. Virus ini mempunyai empat serotipe yang dikenal dengan DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4. Morbiditas penyakit DBD menyebar di negara-negara Tropis dan Subtropis.
Di Indonesia Penyakit DBD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 di Surabaya dan sekarang menyebar keseluruh propinsi di Indonesia. Timbulnya penyakit DBD ditenggarai adanya korelasi antara strain dan genetik, tetapi akhir-akhir ini ada tendensi agen penyebab DBD disetiap daerah berbeda. Hal ini kemungkinan adanya faktor geografik, selain faktor genetik dari hospesnya.
Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis infeksi virus Dengue pada manusia sangat bervariasi. Spektrum variasinya begitu luas, mulai dari asimtomatik, demam ringan yang tidak spesifik, Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, hingga yang paling berat yaitu Dengue Shock Syndrome (DSS), (Soegijanto, 2000). Diagnosis Demam Berdarah Dengue ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis menurut WHO tahun 1997, terdiri dari kriteria klinis dan laboratoris. Penggunaan kriteria ini dimaksudkan untuk mengurangi diagnosis yang berlebihan (overdiagnosis).
Kriteria Klinis
Demam tinggi mendadak, tanpa sebab jelas, berlangsung terus menerus selama 1-7 hari.
Terdapat manifestasi perdarahan yang ditandai dengan :
- Uji tourniquet positif
- Petekia, ekimosis, purpura
- Perdarahan mukosa, epistaksis, perdarahan gusi
- Hematemesis dan atau melena
- Hematuria
- Pembesaran hati (hepatomegali).
- Manifestasi syok/renjatan
Kriteria Laboratoris :
Trombositopeni (trombosit < 100.000/ml)
Hemokonsentrasi (kenaikan Ht > 20%)
Manifestasi klinis DBD sangat bervariasi, WHO (1997) membagi menjadi 4 derajat, yaitu
Derajat I:
Demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas dan manifestasi perdarahan spontan satu-satunya adalah uji tourniquet positif.
Derajat II :
Gejala-gejala derajat I, disertai gejala-gejala perdarahan kulit spontan atau manifestasi perdarahan yang lebih berat.
Derajat III:
Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan nadi menyempit (< 20 mmHg), hipotensi, sianosis disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, gelisah.
Derajat IV :
Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.
Penanganan Demam Berdarah dengan Tahitian Noni Juice
Kantor Tahitian Noni Indonesia pernah melaksanakan Health Talk mengenai penanganan demam berdarah. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada slide di bawah ini :
untuk lebih jelas mengenai paten antivirus yang dimiliki tahitian noni dapat dilihat di www.thegoodnoni.com/paten
Tahitian Noni Sangat Powerful
Kesannya sangat berlebihan, kata POWERFUL. Artikel ini berusaha merasionalkan bahwa Tahitian Noni memang powerful.
Saat berpuasa, 8 jam pertama semua santap sahur tuntas dimetabolisme yaitu dikonversi menjadi energi. Enam jam berikutnya tubuh beradaptasi dengan cara memobilisasi cadangan energi dalam bentuk glikogen dari liver (glikogenolisis). Bila durasi puasa lebih lama (kira-kira memasuki pekan kedua) terjadi perombakan lemak tubuh (lipolisis) sebagai sumber energi. Dalam kondisi kelaparan, energi terpaksa diperoleh melalui degradasi protein tubuh (glukoneogenesis)
a. Tampil Energik Selama Berpuasa
Hasil uji klinik pada manusia memperlihatkan signifikasi efek TAHITIAN NONI mem-boost level energi. Laporan evidence bace serta hasil-hasil riset sejauh ini cukup memperkuat potensi TAHITIAN NONI untuk :
1. mempertahankan energi tubuh selama berpuasa
2. mencapai puncak stamina puasa se-powerful olahragawan
3. menunjang aktivitas harian bisa berpuasa dalam kondisi sakit
4. menjaga aktivitas biologis suami istri pasca seharian berpuasa.
Tahitian Noni memang kaya akan fitonutrisi sumber energi tubuh serta mengandung aneka bioaktif yang terlibat langsung dalam molekuler metabolisme energi.
Salah besar agar energik saat berpuasa, dilakukan makan yang berlebihan saat sahur maupun buka puasa. Hal ini menyebabkan keluhan sindrom 4L (lemah, lesu, letih dan loyo). Sindrom ini menunjukan sistem metabolisme inharmoni ataupun kurangnya asupan nutrisi. Untuk mengatasi hal itu dengan menerapkan pola makan seimbang.
Tahitian noni kaya akan nutrisi fundamental dan sumber energi yang diandalkan selama fisiologis berlangsung. Tahitian Noni memiliki kandungan protein dan 18 jenis asam amino. Protein diyakini efektif sebagai sumber energi sewaktu puasa karena dicerna secara perlahan . Efek positifnya adalah insulin bekerja lebih efisien sehingga tubuh tidak cepat lemas.
Total karbohidrat Tahitian Noni mengandung diet tinggi serat. (Formula dasar Tahitian Noni dipatenkan oleh Wadsworth 2001 sebagai diet tinggi serat untuk mengatasi masalah pencernaan serta gangguan defekasi) Peranan serat pasca sahur adalah mengkondisikan pelepasan insulin secara bertahap selama puasa. Hal ini meminimilisir rasa letih saat berpuasa.
Pada tingkat molekul Tahitian Noni dilaporkan signifikan meningkatkan energi tubuh melalui mekanisme inhibisi fosfodiesterase. Jadi Tahitian Noni sangat potensial untuk mempertahankan glukosa plasma selama berpuasa sehingga meminimilisir rasa lemas
Kandungan Tahitian Noni yang memiliki potensi ergonenik adalah aneka antioksidan, asam amino, fitosterol, total karbohidrat dan variabilitas mineral. Potensi Ergonenik Tahitian Noni mampu meningkatkan fisilogis tubuh dan mengeliminir gejala lelah.
Kandungan antioksidan Tahitian Noni diantaranya vitamin C, vitamin E, karotenoid, flavonoid dan iridoid. Khusus iridoid diyakini merupakan superioritas antioksidan Tahitian Noni yang berperan sebagai world class adaptogen yang signifikan mem-boost energi. Efek adaptogenik diyakini mampu merevitasilisasi sistem enzim antioksidan endogen seperti katalase, superoksida dismutase dan glutasion. Secara umum, antioksidan berfungsi mereduksi radikal energi agar sel tubuh tidak mengalami stress oksidatif dengan gejala kelelahan jaringan tubuh (ditandai lemahnya stamina).
b. Menunjang Aktivitas Puasa Ketika Sakit
Potensi Tahitian Noni untuk menunjang aktivitas harian selama berpuasa dalam kondisi sakit :
1. Dr. Neil Solomon melaporkan survai statistik manfaat Tahitian Noni terhadap 17.243 konsumen (kondisi kesehatan awal beragam mulai dari lemah fisik akibat kanker hingga loyo berativitas karena depresi); 86% merasakan peningkatan energi.
2. Hasil survai epidemiologi terhadap 1.712 konsumen Tahitian Noni di Eropa, hampir semua responden melaporkan efek positif Tahitian noni seperti peningkatan energi (39,3%), perasaan lebih baik (20,8%), menunjang fungsi pencernaan (8,9%) dan menunjang fungsi pernapasan (7,1%).
Nutraseutikal Tahitian Noni memiliki potensi terapeutik dengan mekanisme yang beragam. Setidaknya mekanisme umum yang pasti berperan dalam setiap pemulihan kesehatan seseorang adalah efek imunomodulasi Tahitian Noni. Su dkk (2007) melaporkan efek Tahitian Noni signifikan meningkatkan respon imun.
Berikut riset Tahitian Noni yang sinergi dengan manfaat puasa :
1. Wang, dkk (2007) melaporkan efek Tahitian Noni (60ml/hari) terhadap 68 perokok aktif selama sebulan, menurunkan kolesterol (22%), trigliserida (54%), LDL (10%), homosistein (21%) serta meningkatkan LDL (16%) dibandingkan plasebo.
2. Su dkk (2005) mengangkat temuan efek terapeutik formula dasar Tahitian Noni terhadap penderita diabetes tipe 2 dengan signifikan menurunkan kadar glukosa puasa sebesar 23% pasca terapi.
3. Palu dikk (2006) mempublikasikan hasil uji klinik efek Tahitian Noni (60 ml/ hari) terhadap 10 orang pasien hipertensi selama sebulan dengan signifikanmenurunkan tekanan darah.
4. survai statistik oleh Neil Solomon melaporkan hasil positif 85% dari 1.989 penderita hipertensi, 79% dari 5945 penderita diabetes dan 67% dari 5.848 penderita obesitas.
c. Mempertahankan aktivitas seks setelah puasa
Hasil riset yang menunjukkan peningkatan fungsi reproduksi :
1. Mesko (2005) mempublikasikan manfaat komposisi Morinda Citrifolia meningkatkan vitalitas, meregulasi kerja testosteron dan hormon pertumbuhan yang mampu mempertahankan libido dan mengatasi disfungsi seksual.
2. Survai statistik oleh Neil Solomon melaporkan peningkatan daya seksual pada 83% dari 3.027 responden yang mengkonsumsi Tahitian Noni (60 ml/hari).
Hal ini menunjukkan bahwa tidak berlebihan Tahitian Noni direkomendasi bagi yang mengkhawatirkan penurunan fungsi seksual bila menunaikan puasa. Efeknya sinergis dengan manfaat puasa baik untuk mempertahankan respon seksual maupun untuk tujuan konsepsi.
d. Terbebas bau mulut saat berpuasa
Tahitian Noni dalam mengatasi halitosis (bau mulut) berkaitan dengan efek antimikrobial formula dasar Tahitian Noni yang telah memenuhi standar uji materi perawatan gigi mulut dalam ISO 10933 dan 7405.
Jensen dkk (2005) mematenkan komposisi Morinda Citrifolia untuk perawatan gigi dan mulut mencakup peningkatan respirasi seluler dan saturasi oksigen, mengontrol aktivitas bakteri periodontal dan edodontik, desinfektan dan pembersih kanal-kalan akar dan sebagai biokompatibilitas jaringan mulut. Hal ini mereduksi halitosis.
sumber: F. Fahruroji, Kenapa Tahitian Noni Sangat Powerful Ketika Anda Puasa, 2010